Mesjid Swiss Dibuka untuk Umum

By Republika Newsroom
Senin, 09 November 2009 pukul 04:54:00
Font Size A A A
Email EMAIL
Print PRINT
Facebook
Bookmark and Share
Mesjid Swiss Dibuka untuk UmumBBC

ZURICH--Warga Muslim di Swiss mengundang masyarakat untuk berkunjung ke mesjid-mesjid, tiga minggu sebelum referendum larangan menara.

Organisasi-organisasi Muslim mengatakan mereka berharap langkah itu akan mengurangi apa yang mereka sebut kekawatiran dan prasangka buruk.

Pihak konservatif yang mengusulkan pemungutan suara itu adalah partai terbesar di Swiss. Mereka mengatakan menara adalah simbol kekuatan politik Islam.

Jajag pendapat menunjukkan usulan larangan itu akan ditolak oleh para pemilih. Seorang pemuka Islam di Zurich, Tamir Hadjipolu, mengatakan usulan yang diluncurkan oleh partai sayap kanan Swiss, SVP, adalah "diskriminasi terbuka".

Penduduk Islam di Swiss berjumlah 400.000 dengan sekitar 200 tempat ibadah. Hanya empat yang memiliki menara, menurut media lokal.

Undangan mengunjungi mesjid itu dilakukan hari Sabtu di 12 daerah, termasuk Jenewa, Vaud dan Freiburg. "Kami harap pertemuan ini dapat membangun dialog dan menciptakan saling pengertian yang lebih baik," kata Hisham Maizar, seorang pemuka agama di Swiss timur.

Wartawan BBC Imogen Foulkes mengunjungi mesjid di Zurich dan mengatakan banyak warga non-Muslim yang datang, senang dengan langkah itu. ahi

Comment & Contribute

Member Comments
Umat Islam seharusnya belajar kepada para sunan yg menyebarkan islam di jawa ratusan tahun yang lalu, Mereka begitu menghargai dan menghormati umat hindu, sampai sampai Sunan Kudus melarang Muslim Kudus untuk makan Daging sapi, demi menjaga perasaan umat Hindu. Betapa Indahnya Toleransi saat itu.
Afim 2009-12-01 00:34:28
Laporkan komentar
Umat Islam seharusnya belajar kepada para sunan yg menyebarkan islam di jawa ratusan tahun yang lalu, Mereka begitu menghargai dan menghormati umat hindu, sampai sampai Sunan Kudus melarang Muslim Kudus untuk makan Daging sapi, demi menjaga perasaan umat Hindu. Betapa Indahnya Toleransi saat itu.
Afim 2009-12-01 00:32:22
Laporkan komentar
Republika tidak jujur. Masjid diatas adalah masjid yang dikelola oleh Muslim Ahmadiyah. Bukankah dalam berita2 sebelumnya Republika menganggap Ahmadiyah itu non-Muslim, sesat dan menyesatkan? Di Indonesia, Republika termasuk yg getol mengkampanyekan bahwa Ahmadiyah non-Muslim namun diam-diam bangga dan memamerkan aktivitas Jama'ah Muslim Ahmadiyah Internasional di seluruh dunia termasuk di dunia Barat walaupun disembunyikan bahwa itu adalah peran kaum Muslim Ahmadi.
Dildaar, http://dildaar80.wordpress.com 2009-11-10 14:59:41
Laporkan komentar
Seluruh Eropa akan diterangi oleh sinar Islam.
Mochamad Imron, http://keluargaamin.blogspot.com 2009-11-10 10:20:39
Laporkan komentar
Sikap keterbukaan umat muslim terhadap non muslim patut didukung. Publik harus lebih memahami dunia islam sebagai rahmatan lil'alamin
irfan sn, http://yahoo 2009-11-10 08:58:27
Laporkan komentar

 

Bila Anda memiliki komentar terhadap berita di atas, silakan kirim komentar Anda melalui form yang kami sediakan di bawah ini. Komentar yang Anda kirimkan akan di-moderasi terlabih dahulu oleh admin.
:
:
:
Security code:
8 - 5
Refresh Code
Masukkan jawaban dari hasil operasi di atas

© 2009 Republika Online. Republika Company. All Rights Reserved.
Terms of service | Privacy guidelines | Advertise with us | About Us | Contact